Spoiler oh Spoiler

Kliping yang berkaitan dengan berita dunia buku dan literasi
User avatar
evytaar
Kutu Buku
Posts: 108
Joined: Wed Jan 20, 2016 6:41 pm
ID BBI: 1304123

Spoiler oh Spoiler

Postby evytaar » Mon Mar 14, 2016 8:16 am

Diambil dari website http://basabasi.co/spoiler-oh-spoiler/

Spoiler oh Spoiler

Ketika kuliah, saya dan kawan-kawan sering makan soto rembang di dekat kampus. Karena porsinya yang banyak, sementara keunggulan lain di tempat itu adalah gorengan, saya sering memindahkan soto di mangkuk saya ke mangkuk kawan, dan biasanya disambut dengan sukacita. Tapi, suatu ketika seorang kawan berkata bahwa dia justru terbebani dengan hal yang saya lakukan. Ketika saya tanya kenapa, jawabnya karena dengan memindahkan soto itu artinya saya memindahkan tanggung jawab kepadanya.

Saat itu, saya merasa kawan saya berlebihan. Namun, beberapa tahun kemudian, saya mulai memahami pola pikirnya.

Lain waktu, seorang kawan menolak tawaran dispenser gratis. Si pemberi kaget. Sementara penolakan itu alasannya sederhana: benda itu justru akan membebaninya dengan tambahan tagihan listrik.

Pemberian, dalam bentuk apa pun, tidak selalu diterima dengan baik. Demikian pula dengan informasi. Termasuk, informasi mengenai isi buku yang belum dibaca seseorang. Atau, dikenal dengan istilah spoiler.

***

Dalam linguistik, ada empat maksim yang kemudian berkembang dan dikenal dengan sebutan prinsip kerja sama dalam berkomunikasi. Memberi spoiler adalah pelanggaran terhadap prinsip kuantitas karena telah memberikan informasi berlebihan yang tidak dibutuhkan oleh penerima. Atau, belum tentu dibutuhkan.



Lalu Semuanya Lenyap yang judul sebelumnya, Sepuluh Anak Negro, dianggap mengandung unsur SARA, merupakan salah satu karya terbaik Agatha Christie. Bercerita mengenai sepuluh orang yang diundang ke sebuah pulau terpencil. Satu per satu dari mereka mati. Kalian tidak akan menyangka jika ternyata pelakunya adalah si X.

Salah satu hal yang hilang dari pembaca setelah membaca review seperti ini adalah keterlibatan emosi. Memulai membaca buku itu dengan mengetahui bahwa X adalah si pelaku sejak awal tentu berbeda dibandingkan dengan memulai tanpa mengetahui informasi tersebut.

Tidak ada lagi efek giringan prasangka yang diarahkan penulis kepada pembaca, perasaan jengkel ketika terjadi intrik di antara para tokoh karena kita sudah mengetahui siapa yang berpura-pura. Jika hal ini hilang, pembaca tidak akan belajar bahwa berprasangka adalah hal yang mengerikan dan sikap berhati-hati sangat diperlukan. Efeknya akan lebih seperti menonton sinetron: isi hati tokoh yang tidak baik sudah terdengar oleh penonton karena terekspos lengkap dengan alis terangkat, mata melotot, plus zoom in zoom out.

Ketika pembuat review sudah menyingkap rahasia yang disimpan penulis untuk dinikmati pembaca seperti contoh di atas, maka wajar jika kemudian tulisan tersebut menuai banyak kecaman. Karena, sebagian pembaca merasa haknya untuk menikmati kisah dalam buku tersebut sudah terenggut. Memang, sebagian yang lain akan merasa biasa saja dan bahkan menganggap orang yang merasa terganggu dengan informasi tersebut berlebihan. Padahal, pemberi spoiler adalah salah satu kejahatan yang dibahas dalam chapter komik Crayon Sinchan dengan Pahlawan Bertopeng. Artinya, ini masalah serius.

***

Seorang kawan, ketika melihat buku yang sepertinya menarik selalu mengecek beberapa lembar di halaman belakang untuk mengetahui ending-nya, baru setelah itu memutuskan membaca buku itu atau tidak. Sementara kawan yang lain, tidak jadi membaca sebuah buku yang dipinjamnya jauh-jauh dari perpustakaan daerah karena diberi bocoran mengenai kisah di dalam buku tersebut. Dan keduanya duduk di kanan dan kiri saya selama ini.

Jadi, bahkan urusan spoiler pun kembali lagi kepada masing-masing tipe pembaca. Bagi sebagian orang, yang mungkin memang lebih fokus pada proses daripada hasil, spoiler justru menambah rasa penasaran. Namun, bagi sebagian yang lain, proses tersebut tidak bisa lagi dinikmati ketika hasilnya sudah diketahui. Larangan tidak tertulis yang perlu diperhatikan oleh para pembuat review buku untuk tidak memberikan bocoran kisah yang menjadi salah satu penentu efek kejutan adalah demi menghargai golongan pembaca yang disebut belakangan.

Solusi yang dapat disepakati kedua belah pihak dan aman hingga saat ini tentu adalah peringatan bahwa dalam tulisan itu terdapat spoiler. Selanjutnya, terserah pembaca untuk melanjutkan membaca atau tidak.

Banyak orang yang tergerak untuk berubah setelah membaca sebuah buku. Nah, pemberi spoiler bisa jadi telah mengambil kesempatan pembaca untuk mendapat pengalaman berimajinasi dan mendapat pembelajaran dari sebuah buku. Seperti saya bilang, ini serius.

Seperti halnya manusia yang beraneka ragam, pembaca pun demikian. Karena itu, penulis review perlu memahami bahwa tidak semua hal dalam sebuah buku perlu disampaikan. Jika memang dirasa menarik, menahan diri dengan memberi beberapa petunjuk sudah cukup. Biarkan masing-masing pembaca menemukan keajaiban sendiri pada tiap buku. Seperti kata Calpurnia dalam To Kill A Mocingbird: “Tidak selalu perlu menunjukkan semua yang kita ketahui. Itu bukan sikap perempuan terhormat.”

Informasi yang berlebihan seringnya justru mengundang perkara. Apalagi, informasi yang sudah didengar atau dibaca lalu sampai ke otak dan tersimpan di memori—tidak seperti soto atau dispenser—tidak bisa dikembalikan. Mengkhawatirkan, bukan?


dan kalimat ini keren sekali, "Banyak orang yang tergerak untuk berubah setelah membaca sebuah buku. Nah, pemberi spoiler bisa jadi telah mengambil kesempatan pembaca untuk mendapat pengalaman berimajinasi dan mendapat pembelajaran dari sebuah buku."

kalau kalian bagaimana? lebih suka ada spoiler atau tidak?
Evyta Ar
Divisi Website - BBI 1304123 - www.lensabuku.com
User avatar
RenPuspita
Pecandu Buku
Posts: 245
Joined: Tue Jan 26, 2016 8:55 am
Location: In your dream
ID BBI: 1301008

Re: Spoiler oh Spoiler

Postby RenPuspita » Mon Mar 14, 2016 8:24 am

Tergantung jenis spoilernya sih. Kalau spoilernya dikatakan si anu mati atau si anu jadian sama si ini yang bukan OTP (One True Pairing) nya, ya itu malesin :lol:

Tapi, kadang justru karena spoiler yang membantu mengambil keputusan untuk membaca suatu judul. Apalagi kalau bukunya dikenal sebagai buku kacrut. Kadang cuma dengan baca reviewnya, udah tahu jalan cerita gimana, jadi turut menyelamatkan dompet :roll:
Ren Puspita
Divisi Keanggotaan BBI

Blog | Goodreads | Twitter

Image
User avatar
Nisa Rahmah
Posts: 48
Joined: Wed Feb 10, 2016 4:48 pm
Location: Samarinda
ID BBI: 1510321

Re: Spoiler oh Spoiler

Postby Nisa Rahmah » Mon Mar 14, 2016 9:19 pm

Saya termasuk yang anti spoiler, dan kalau baca buku, seminimal mungkin mengetahui hal-hal penting di luar jalan cerita yang biasanya ada di blurb. Bahkan saking nggak mau kena spoiler-nya, kalau mau baca buku, cukup pakai goodreads buat cek rating doang, tapi nggak berani untuk baca review-an orang. Memang, nggak semua pengulas membocorkan spoiler tapi kadang ada saja yang bandel atau keceplosan hehehe.

Saya sih, lebih senang berkembang dengan tokoh utama untuk mengikuti jalan cerita daripada sudah tahu endingnya. Jadi lebih menjiwai gitu :D
"To survive, you must tell stories."
Umberto Eco

blog | goodreads | twitter
User avatar
evytaar
Kutu Buku
Posts: 108
Joined: Wed Jan 20, 2016 6:41 pm
ID BBI: 1304123

Re: Spoiler oh Spoiler

Postby evytaar » Tue Mar 15, 2016 10:25 am

kalo yang kutangkap dari artikel itu, yang dimaksud spoiler itu ga cuma ending sih ya, tapi hal-hal penting atau clue atau yang menjadi kunci dan yang membuat sebuah buku itu menarik untuk diikuti. kadang ada yang bocorin ending, tapi kunci konfliknya ga dibocorin dan tetap bikin penasaran. kadang ada yang ga bocorin ending tapi clue kuncinya dia bocorin. dan malah kadang ada yang mengulas jalan ceritanya lumayan detail sehingga orang jadi tau banyak ceritanya. nah saya dulu termasuk poin yang terakhir ini sebelum kenal BBI atau awal-awal masuk BBI :D

kalo saya pribadi kadang-kadang spoiler jadi semacam penarik untuk memutuskan membeli buku-buku tertentu. tapi khusus buku-buku thriller, detektif, kriminal, atau misteri dan sejenisnya gak pengen baca spoilernya.
Evyta Ar
Divisi Website - BBI 1304123 - www.lensabuku.com
User avatar
NinaRidyananda
Pecandu Buku
Posts: 289
Joined: Sun Jan 17, 2016 9:20 pm
Location: Surabaya
ID BBI: 1301065

Re: Spoiler oh Spoiler

Postby NinaRidyananda » Thu Mar 17, 2016 9:03 pm

Aku termasuk tipe yang baca Chapter terakhir sebelum baca keseluruhan bukunya. Dari situ aku bisa memprioritaskan bacaan, haha. Aku selalu baca review di Goodreads sebelum beli buku, jadi aku tahu minimal ceritanya gimana. Kalau menarik, lanjut. Kecuali ARC sih ya. Tapi lebih sering menghindari Chapter terakhir.

Sering kok aku dapet spoiler, terutama tentang buku-buku "beken" atau buku-buku kacrut. Jadi secara pribadi aku nggak terlalu keberatan sama spoiler. Apalagi kadang spoiler itu tak terhindarkan. Contohnya, kita semua tahu gimana cerita Twilight, bahkan buat yang belum baca, karena sering banget dibahas. Fifty Shades juga, karena spoiler, akhirnya banyak yang penasaran (aku dulu contohnya). Aku nggak baca Me Before You, tapi tetep juga tahu endingnya. It's just inevitable that we'd end up with one or two spoilers before we read.

Aku sebisa mungkin menghindari spoiling ke temen-temen lain. Tapi tetep aja keceplosan haha. Kalau kasus sama Sasti, aku selalu tanya dulu, mau spoiler atau nggak. Akhirnya meskipun dia belum baca semua buku In Death, dia tahu jalan ceritanya.
Nina Ridyananda of #1301065
Div. Event BBI | The Bookaddict Diaries | Twitter | Goodreads

If you only read the books that everyone else is reading, you can only think what everyone else is thinking.
–Haruki Murakami-
User avatar
aprlboanarges
Penimbun Buku
Posts: 60
Joined: Tue Jan 26, 2016 10:20 pm
Location: JAKARTA
ID BBI: 1511330

Re: Spoiler oh Spoiler

Postby aprlboanarges » Fri Mar 18, 2016 6:52 am

aku paling kesel kalau ada yang spoiler. Kayak udah capek baca buku dari awal, eh udah dibocorin duluan ceritanya. Kan kesel >.<
Jadi aku gak bakalan spoiler juga ke orang lain :p
Twitter: @aprlboanarges
Link Blog: duniakecilprili.blogspot.co.id
User avatar
siti nuryanti
Posts: 40
Joined: Wed Jan 27, 2016 7:11 am
ID BBI: 1505308

Re: Spoiler oh Spoiler

Postby siti nuryanti » Sat Mar 19, 2016 6:54 am

spoiler...
hemm..terkadang ga sengaja ngelakukannya..ternyata efeknya ngaruh banget ya :D
Bagiku sih ga masalah..spoiler, aku akan mutusin tetep baca meskipun sudah dibocorin ceritanya. kalo memang menurutku bukunya bagus
Member BBI 1505308
Blog : https://jendeladuniaku2015.wordpress.com/
Twitter :@NelyRyanti
IG : @yanti_chanel
FB: https://www.facebook.com/bilaramadhan
Goodreads:https://www.goodreads.com/user/show/40408635-yanti

Return to “Kliping Buku”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests