Tokoh Penulis: Remy Silado

Kliping yang berkaitan dengan berita dunia buku dan literasi
User avatar
helvry
Pecandu Buku
Posts: 200
Joined: Sun Jan 17, 2016 10:22 pm
Location: Bandung
ID BBI: 1301041

Tokoh Penulis: Remy Silado

Postby helvry » Wed Mar 16, 2016 8:54 pm

Remy Silado adalah seniman serba bisa yang dikenal dengan banyak nama pena: Dova Zila, Alif Danya Munsyi, Juliana C. Panda, Jubal Anak Perang Imanuel. Nama aslinya adalah Yapi Panda Abdiel Tambayong. Selain sebagai penulis, pria kelahiran Makassar, 12 Juli 1945 ini, juga dikenal sebagai musisi, dramawan, bahkan pelukis.

Nama pena Remy Silado diambil dari chord pertama lirik lagu "All My Loving" milik The Beatles: 2-3-7-6-1. Salah satu interpretasi nama ini adalah konon, nama ini dibuat berdasarkan pengalaman pada tanggal 23 Juli 1961, ia pertama kali mencium seorang perempuan. Namun, Remy sendiri mengaku membuatnya secara asal-asalan. Angka itu kemudian dipakai pula untuk kelompok teater yang ia bentuk di Bandung: Dapur Teater 23761.

Kecintaan Remy pada seni telah ada sejak ia masih duduk di sekolah dasar. Ketika itu, ia sudah senang bermain drama dan membaca. Buku-buku bacaan yang dibacanya pun merentang dari dongeng atau cerita anak-anak, buku teologia (sejak kelas 5 SD), buku-buku berbahasa Inggris, dan buku-buku sejarah. Hampir semua tokoh sejarah ia kagumi. Namun, pada masa kecilnya, Remy tidak termasuk anak yang betah sekolah. Dia sering membolos.

Remy melewati masa kecil dan remajanya di kota Semarang dan Solo. Ia memulai kariernya sebagai penulis dari usia 18 tahun. Ia menulis kritik, puisi, cerpen, dan novel. Pada tahun 1965, ia memulai karier sebagai wartawan majalah Tempo Semarang dan redaksi majalah Aktuil (1971). Selain menjadi jurnalis, ia juga aktif mengajar di Akademi Sinematografi Bandung sejak tahun 1971 untuk mata kuliah estetika dan dramaturgi. Lebih dari 50 novel, 20 di antaranya novel anak-anak dan 30-an novel keluarga telah dihasilkannya.

Pada dekade 70'an, ia muncul dengan puisi mbelingnya, yakni puisi yang sifatnya memprotes, tetapi melalui pengungkapan yang sederhana, lucu, dan penuh sindiran. Gaya puisi ini dianggap sebagai pembangkangan terhadap puisi mapan, yang berbobot, dan penuh pesan, sekaligus sebuah gebrakan dalam bidang sastra. Gebrakan puisi mbeling itu ia lancarkan melalui majalah Aktuil, tempat ia bekerja. Kumpulan puisi mbelingnya kemudian dibukukan ke dalam buku puisi berjudul "Puisi Mbeling". Buku itu memuat 143 puisi eksklusif Remy dari tahun 70-an.

Gebrakan Remy tak berhenti pada puisi mbelingnya saja. Kumpulan puisinya yang berjudul Kerygma dan Martyria ini juga berhasil mencuri perhatian publik. Berkat buku puisinya itu, ia berhasil meraih penghargaan dari MURI sebagai pengarang buku puisi tertebal, 1.056 halaman dan berisi 1.000 puisi.

Karya sastra Remy sering dinilai unik dan istimewa karena penggunaan kosakata Indonesia lama yang sudah jarang digunakan, seperti pada salah satu karyanya yang berjudul "Kerudung Merah Kirmizi". Dalam novel itu akan ditemui kata-kata yang terbilang asing di telinga, misalnya prayojana, tenahak, bernudub, gancang-gancang, slilit, dan sebagainya. Namun, kekayaan kosakata ini tidak didapat dengan cara mudah karena dia harus banyak membaca sejarah, buku, dan kamus. "Kerudung Merah Kirmizi" berhasil mengantarkannya memenangkan penghargaan prestisius di bidang sastra, yakni Khatulistiwa Literary Award tahun 2002.

Mantan Ketua Teater Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung ini juga terkenal karena sikap beraninya menghadapi pandangan umum melalui pertunjukan-pertunjukan drama yang dipimpinnya. Ia misalnya sempat membuat geger karena menggelar pementasan opera di Senayan berjudul "Jesus Christ Superstar". Ketika itu, tokoh Yesus diperankan seorang putra Papua dari kelompok pemusik Black Brother.

Remy banyak melahirkan karya yang tema dan latar budayanya masih jarang disentuh. Mulai dari novel yang mengangkat budaya Tionghoa seperti Ca Bau Kan, Siau Ling dan Sam Pho Kong, Parijs van Java yang mengisahkan kehidupan zaman kolonial Belanda di Bandung, hingga budaya Negeri Sakura pada novel "Kembang Jepun" yang bercerita tentang rumah pelacuran di Surabaya yang dibangun oleh orang Jepang.

Perkembangan dunia sastra dewasa ini yang ditandai dengan kemunculan sejumlah nama penulis perempuan juga mendapat apresiasi positif dari Remy. Menurut pria yang menguasai bahasa Mandarin, Jepang, Arab, Yunani, dan Belanda ini, kesadaran mengembangkan sastra harus ditumbuhkan melalui sekolah-sekolah, seperti yang dilakukan oleh Ketua Lembaga Pendidikan dan Kesenian Jakarta (1973 -- 1977), Taufiq Ismail, melalui lembaga Horison yang membawa kegiatan sastra ke sekolah-sekolah di berbagai kota.

Dari bidang seni musik, Remy juga terkenal lewat lagu-lagunya yang beraliran folk, rock, country, dan dixie yang memang berbeda dengan musik pop Indonesia umumnya. Ia telah menghasilkan 13 album kaset yang tidak semuanya ia nyanyikan sendiri. Ia juga menciptakan sendiri lagu-lagu untuk drama musikalnya.

Di luar kegiatan penulisan kreatif, ia juga kerap diundang berceramah teologi. Secara khusus, ia menekuni teologi kontekstual dan teologi apologetik. Bakat seninya semakin lengkap dengan kemampuannya berakting. Sederet judul film dan sinetron juga telah dibintangi Remy.

Diringkas dari:
Nama situs: Ensiklopedi Tokoh Indonesia
Alamat URL: http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/286-direktori/2369-tokoh-banyak-rupa


siapa yang sudah baca buku-bukunya? silakan berbagi
Helvry Sinaga | http://blogbukuhelvry.blogspot.co.id
Powered by Don't worry
User avatar
kopilovie
Pecandu Buku
Posts: 213
Joined: Thu Jan 21, 2016 9:38 am
Location: Jakarta
ID BBI: 1306145

Re: Tokoh Penulis: Remy Silado

Postby kopilovie » Thu Mar 17, 2016 1:04 pm

:o Om Remy Sylado
Pernah baca yang Ca Bau Kan, Namaku Matahari, Kembang Jepun, Puisi Mbeling.
Siau Ling dan hotel prodeo punya, tapi belum dibaca :?
Dan masih dalam pencarian judul-judul lainnya. :cry:
Petronela Putri
Divisi Event BBI

http://bukunyamput.wordpress.com

“God is dead. God remains dead. And we have killed Him. How shall we comfort ourselves, the murderers of all murderers?" - Friedrich Nietzsche
User avatar
helvry
Pecandu Buku
Posts: 200
Joined: Sun Jan 17, 2016 10:22 pm
Location: Bandung
ID BBI: 1301041

Re: Tokoh Penulis: Remy Silado

Postby helvry » Thu Apr 07, 2016 10:42 am

kopilovie wrote::o Om Remy Sylado
Pernah baca yang Ca Bau Kan, Namaku Matahari, Kembang Jepun, Puisi Mbeling.
Siau Ling dan hotel prodeo punya, tapi belum dibaca :?
Dan masih dalam pencarian judul-judul lainnya. :cry:


Beliau juga menulis kamus Bahasa Indonesia-Manado dengan nama Yapi Tambayong
Helvry Sinaga | http://blogbukuhelvry.blogspot.co.id
Powered by Don't worry
User avatar
evytaar
Kutu Buku
Posts: 108
Joined: Wed Jan 20, 2016 6:41 pm
ID BBI: 1304123

Re: Tokoh Penulis: Remy Silado

Postby evytaar » Thu Apr 07, 2016 6:20 pm

dulu pernah kenal bukunya om Remy Silado yang Puisi Mbeling, agak kurang cocok sama seleraku :D buku lainnya yang pernah lirik-lirik dikit yang judul Hotek Prodeo, masih kurang cocok hehe.

aku penasaran sama judul Ca Bau Kan. kata orang-orang ceritanya unik ya?
Evyta Ar
Divisi Website - BBI 1304123 - www.lensabuku.com
User avatar
kopilovie
Pecandu Buku
Posts: 213
Joined: Thu Jan 21, 2016 9:38 am
Location: Jakarta
ID BBI: 1306145

Re: Tokoh Penulis: Remy Silado

Postby kopilovie » Fri Apr 08, 2016 3:18 pm

helvry wrote:
Beliau juga menulis kamus Bahasa Indonesia-Manado dengan nama Yapi Tambayong


iya itu nama aslinya. haha
Petronela Putri
Divisi Event BBI

http://bukunyamput.wordpress.com

“God is dead. God remains dead. And we have killed Him. How shall we comfort ourselves, the murderers of all murderers?" - Friedrich Nietzsche

Return to “Kliping Buku”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest